Minggu, 12 April 2015

Apakah reksadana bermanfaat? (Dart vs Fund Manager)

Dalam acara televisi Stossel di stasiun fox business, terdapat perbincangan menarik mengenai managed funds atau mutual funds. Dalam acara ini (yang ditayangkan beberapa tahun yang lalu), John Stossel berpendapat bahwa prediksi saham individual adalah hal yang mustahil dilakukan, prediksi para pakar saham hampir selalu salah. Lalu mengapa managed mutual fund (reksadana yang dikelola) masih menjadi favorit?

Lihat video lengkapnya di sini:

Stossel lalu melakukan sedikit eksperimen untuk menjawab pertanyaan apakah dirinya dapat mengalahkan para manajer investasi atau pakar saham dengan cara memilih saham berdasarkan lemparan dart acak pada Wall Street Journal. Ternyata saham yang dipilih secara acak mampu naik sebesar 31% sedangkan saham yang direkomendasikan oleh para fund manager hanya naik sebesar 9.5%. Untuk lebih memperkuat, Stossel kembali melakukan hal yang sama berkali-kali sehingga rata-rata portofolio saham yang dipilihnya hanya naik sebesar 12%, itupun masih lebih tinggi dari managed funds yang sebesar 9.5%.


Hal tersebut mungkin agak mengejutkan dan perdebatan pun berlanjut antara dua narasumber Profesor Burton Malkiel dan Fox Business Reporter Sandra Smith, isu-isu yang dibahas pada acara ini antara lain:

1. Pada periode 2010, bursa saham dalam kondisi yang sangat baik (bullish), sehingga memilih saham secara random juga akan mendapatkan return yang baik. Hal ini tidak berlaku apabila kondisi pasar sedang buruk (bearish), reksadana yang secara aktif dikelola akan memiliki return yang lebih baik.

Kenyataannya:
Pada awal tahun 2000an ketika pasar sedang buruk, lebih dari 2/3 reksadana yang dikelola secara aktif kalah dari index fund sederhana. Dan reksadana yang berperforma baik pada satu periode jarang konsisten performanya pada periode selanjutnya. Pada periode 1990 - 2009 dari 452 managed funds, hanya 13 yang memiliki performa yang baik (beat the market). Artinya argumen tersebut tidak valid.

2. Pada kondisi pasar yang buruk, para manajer reksadana dapat melakukan proteksi sehingga return reksadana dapat lebih baik dari return pasar.

Kenyataannya:
Manajer reksadana yang aktif tidak bisa memprediksi pasar (time the market), karena kondisi pasar memang sulit diprediksi. Tidak ada seorang pun yang dapat memprediksi pasar.

3. Ada orang yang dapat memprediksi pasar seperti Warren Buffett ataupun George Soros. Berarti pasar dapat diprediksi.

Kenyataannya:
Tentu, selalu ada beberapa orang yang akan mengalahkan pasar. Warren Buffett adalah pengecualian dan akan ada Warren Buffett di masa depan, tapi masalahnya adalah anda tidak tahu siapa mereka, saya tidak tahu siapa mereka, dan tak seorang pun yang tahu siapa mereka nantinya. Jika anda mencoba untuk bermain aktif, anda akan jauh lebih mungkin untuk berada di sisi negatif.

Perbincangan ini berlangsung pada tahun 2010 kalau tidak salah.. Apakah masih relevan sekarang? Sepertinya time the market adalah hal yang hampir mustahil.
Itulah sedikit komentar mengenai "Apakah reksadana bermanfaat? (Dart vs Fund Manager)", terima kasih sudah membaca. Seperti biasa, semoga hari anda menyenangkan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar